Menyimpan Botol Wine: 5 Hal Yang Harus Diketahui

Ini dia cara yang benar untuk menyimpan botol wine. Bacalah kalau anda tidak ingin wine yang anda beli berubah rasa!

Menyimpan Botol Wine

Bila anda ingin menjadi kolektor wine yang serius, sebaiknya anda membangun underground cellar untuk menyimpan botol wine. Tapi bila anda adalah seorang pemula atau hanya sekali-sekali saja minum wine, maka pertama-tama ketahuilah bahwa wine yang sudah dibuka sebaiknya disimpan tidak lebih dari 3 hari. Lebih lama dari itu maka rasa wine akan berubah.

Bila anda ingin menyimpan wine yang botolnya belum dibuka, perhatikan beberapa hal berikut ini:

Jaga Temperatur

Zerowatt ZWC-401BLH

Temperatur yang terlalu tinggi akan merusak wine. Temperatur yang ideal untuk menyimpan wine adalah antara 7°C – 18°C.

White wine sebaiknya disimpan pada temperatur 7°C – 10°C, red wine pada temperatur 10°C – 18°C, Rosé pada temperatur 7°C – 13°C dan sparkling wine pada 7°C – 11°C.

Karena Indonesia adalah negara tropis dengan temperatur rata-rata 28°C, maka sebaiknya pecinta wine sejati memiliki wine cooler sendiri .

Jangan gunakan kulkas untuk menyimpan wine lebih dari 1 minggu. Temperatur kulkas terlalu dingin dan kering sehingga bisa merusak cork (gabus). Bila itu yang terjadi maka udara bisa masuk ke dalam botol dan merusak wine.

Simpan Botol Wine Secara Horizontal

menyimpan botol wine

Menyimpan botol wine secara horizontal akan membuat gabus selalu basah sehingga tidak akan ada udara yang masuk dari luar. Sebenarnya hal ini tidak berpengaruh bila botol tidak memakai tutup dari bahan gabus melainkan tutup dari bahan alumunium (twist cap)

Tapi bagaimana pun juga menyimpan botol secara horizontal akan lebih menghemat tempat daripada menyimpan secara vertikal.

Hindari Cahaya

Cahaya; terutama yang mengandung ultra violet dapat mempercepat proses penuaan wine, sehingga wine tersebut berubah rasa. Botol wine biasanya menggunakan kaca berwarna gelap atau agak gelap untuk mengurangi pengaruh ultra violet ini.

Cahaya lampu dalam ruangan memang tidak sekuat cahaya matahari, tapi sebaiknya anda matikan saja lampu dalam ruangan; nyalakan hanya ketika anda akan mengambil botol.

Hindari Bau-bauan

Secara teori bau-bauan yang kuat memang bisa merusak wine. Akan tetapi selama ruangan yang anda gunakan tidak berbau menyengat, anda bisa meyimpan botol wine di situ.

Dapur adalah tempat yang sangat tidak disarankan untuk menyimpan wine. Orang Indonesia biasanya menggunakan bumbu yang berbau keras dalam masakan. Selain itu dapur juga biasanya menggunakan cahaya terang dan temperaturnya panas.

Hindari Vibrasi

Sebenarnya hal ini juga tidak terlalu penting kecuali bila anda tinggal di atas perahu yang terus bergoyang-goyang. Akan tetapi sebagai pengetahuan tambahan; anda harus tahu bahwa vibrasi bisa mempercepat reaksi kimia dalam wine sehingga rasanya akan berubah.

KLIK DI SINI bila anda ingin tahu produk wine cooler mana yang kami rekomendasikan untuk anda